Rakhine (Lampost.co) -- Sedikitnya 12 orang, termasuk lima petugsa polisi tewas di negara bagian Rakhine, Myanmar. Pemerintah menuding bahwa serangan dilancarkan oleh minoritas Rohingya menjelang subuh di pos-pos perbatasan.
Lebih dari 20 pos polisi diserang oleh sekitar 150 Rohingya pada dini hari tadi. Penyerangan ini pun ditahan oleh militer Myanmar dan mengakibatkan bentrokan.
"Lima petugas polisi tewas, dan tujuh lainnya adalah Rohingya," sebut pernyataan resmi dari Kantor Penasihat Aung San Suu Kyi, dikutip dari Guardian, Jumat 25 Agustus 2017.
"Banyak pos polisi diserang menggunakan ranjau buatan. Ini penyerangan terparah sejak beberapa bulan terakhir Rakhine berangsur normal," lanjut pernyataan itu.
Mengkonfirmasi kerusuhan tersebut, seorang perwira polisi di Kota Buthidaung mengatakan, pos penjagaan perbatasan saat ini masih dikelilingi oleh Rohingya yang ingin menyerang.
"Situasi ini rumit. Rohingya menyerang dan militer menahan, tetapi bentrokan terjadi. Mereka juga membawa senjata api," kata dia.
Sementara itu, bentrokan ini bertepatan dengan dikeluarkannya laporan akhir mengenai situasi di Rakhine yang dipimpin oleh mantan Sekretaris Jenderal PBB, Kofi Annan.
Bentrokan ini seolah menambah ketegangan yang sudah terjadi sebelumnya, di mana sekitar enam warga Buddha ditemukan tewas di Rakhine.
Home »
berita fenomenal
,
berita hari ini
,
berita hari ini lampost
,
berita internasional
,
berita keren
,
Internasional
,
News
,
update berita
» 12 Orang Tewas dalam Bentrokan Rohingya-Militer Myanmar di Rakhine
12 Orang Tewas dalam Bentrokan Rohingya-Militer Myanmar di Rakhine
