Showing posts with label mancanegara. Show all posts
Showing posts with label mancanegara. Show all posts

Tim Penyelamat Kesulitan Evakuasi Korban Gempa Meksiko

Mexico City (Lampost.co) -- Tim penyelamat, Kamis 21 September, menggali reruntuhan untuk mencari korban gempa berkekuatan 7,1 skala Richter, yang menewaskan sedikitnya 233 orang di Meksiko. Di saat yang sama, Negeri Sombrero dengan cemas menyaksikan tanda-tanda kehidupan di sebuah sekolah yang roboh di ibu kota.

Petugas pemadam kebakaran, polisi, tentara, dan relawan bekerja dengan menggila buat menyingkirkan puing-puing dalam adegan yang diulang-ulang di sejumlah negara bagian pada gempa kedua kedua di Meksiko, bulan ini.

Pencarian yang paling menyedihkan adalah di sebuah sekolah di selatan Mexico City. Di sana, 21 anak -- berusia antara tujuh sampai 13 tahun -- dan lima orang dewasa hancur sampai mati. Banyak anak-anak masih hilang.

Petugas penyelamat berusaha keras menjangkau beberapa anak yang diyakini masih hidup di bawah reruntuhan, pada dini hari Kamis -- sekitar 36 jam sesudah gempa tersebut mengguncang. Memakai pemindai panas, mereka menemukan tanda-tanda kehidupan di beberapa lokasi.

"Mereka hidup! Hidup!" teriak relawan Perlindungan Sipil Enrique Garcia, 37.

"Seseorang memukuli dinding beberapa kali di satu tempat, dan di tempat lain ada respons terhadap sinyal cahaya," katanya.

"Kami sudah melakukan ini sejak kemarin, tapi kami tidak bisa menjangkaunya, karena mereka terjebak di antara dua lempengan," cetusnya seperti disitir AFP, Kamis 21 September 2017.
Sejauh ini, 11 anak dan setidaknya satu guru telah diselamatkan dari puing-puing SD dan SMP Enrique Rebsame.

"Tidak ada yang bisa membayangkan rasa sakit yang saya alami saat ini," kata seorang ibu, Adriana Fargo, yang berdiri di luar sekolah yang masih utuh, menunggu kabar putrinya yang berusia tujuh tahun.

Di perumahan Condesa, Karen Guzman duduk di bangku di jalan sambil membelakangi salah satu bangunan yang roboh. Dia katakan tidak dapat menahan ketegangan atas pencarian sekitar 30 orang yang diyakini berada di bawah reruntuhan, di antaranya adalah saudara laki-lakinya.

Di sampingnya, ada dua tiang jalan yang ditempeli daftar nama orang-orang yang diselamatkan, tapi mereka tidak memasukkan nama kakaknya Juan Antonio, akuntan berusia 43 tahun yang bekerja di lantai atas gedung berlantai empat tersebut.

"Ibuku mencarinya di rumah sakit karena kami tidak mempercayai daftar itu. Terkadang saya rasa tidak ada yang tahu," katanya.

50 korban diselamatkan

Petugas darurat melaporkan bahwa beberapa korban telah diselamatkan berkat pesan WhatsApp yang mereka kirim ke kerabat saat terjebak di bawah puing-puing.

Tim penyelamat, dibantu ribuan warga sipil biasa, menggali segala daya melalui puing-puing di bawah mereka. Orang-orang Meksiko lainnya turun ke jalan mengantar makanan dan air bagi para korban dan pekerja darurat.

Presiden Enrique Pena Nieto berkeliling ke daerah yang paling parah terkena bencana dan mengumumkan tiga hari berkabung nasional.

"Prioritas tetap menyelamatkan nyawa," katanya dalam sebuah pidato nasional, bersikeras masih ada harapan untuk menyelamatkan korban dari puing-puing.

Lebih dari 50 orang sudah diselamatkan dari bangunan yang roboh di ibu kota, katanya. Wali Kota Mexico City, Miguel Angel Mancera, mengatakan kepada Televisa TV bahwa 39 bangunan di ibu kota telah ambruk. Pencarian sedang berlangsung di semua, tapi lima tempat di mana tim penyelamat telah menentukan bahwa tidak ada yang masih terjebak, katanya.

Lima orang Taiwan terjebak dalam bangunan bertingkat tiga yang telah roboh di Mexico City, menurut Kementerian Luar Negeri Taiwan. Mereka termasuk dua kerabat seorang pengusaha Taiwan, yang berkantor di gedung tersebut, serta tiga pegawai.

Tidak ada tempat untuk pergi

Banyak penduduk menghabiskan malam kedua di taman dan plaza, di tenda atau tempat penampungan sementara, tidak mampu atau tidak mau kembali ke rumah mereka. Sementara pihak berwenang memeriksa sekitar 600 bangunan yang dindingnya bergoyang dan retak saat gempa terjadi.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memanggil Pena Nieto dan menawarkan tim bantuan dan SAR yang sekarang sedang diterjunkan, kata Gedung Putih.

Chile dan El Salvador menjanjikan bantuan, Honduras mengirim 36 pekerja penyelamat, dan Israel mengatakan bahwa pihaknya mengirim sebuah tim yang terdiri dari 70 tentara, termasuk insinyur dan spesialis SAR yang akan tiba pada Jumat.

Gempa melanda tepat pada peringatan sebuah gempa besar pada 1985, yang menewaskan lebih dari 10.000 orang di negara yang paling rawan bencana paling mematikan yang pernah ada.

Gempa Selasa melanda hanya dua jam setelah Meksiko mengadakan latihan gempa nasional, seperti yang terjadi setiap 19 September untuk mengingat bencana tahun 1985.

Sistem sensor gempa didirikan pada 1993 di sepanjang pantai Pasifik, di mana tremor lebih biasa terjadi. Orang-orang di Mexico City tidak diberi peringatan, pada Selasa, karena pusat gempa hanya berjarak 120 kilometer di luar ibukota dan dengan demikian berada di luar area utama cakupan sensor, kata Carlos Valdes dari National Center for Disaster Prevention.

Menambah rasa rentan nasional, gempa tersebut melanda hanya 12 hari setelah gempa lain yang menewaskan hampir 100 orang di Meksiko selatan.

Para ahli mengatakan kedua gempa tersebut tampaknya tidak terkait, karena epikentrumnya berjauhan. Meksiko terletak di atas lima lempeng tektonik, sehingga sangat rentan terhadap gempa bumi.

Luis Felipe Puente, kepala badan penanggulangan bencana nasional, mengatakan bahwa korban tewas, 102 orang di Mexico City, 69 di Morelos, 43 di Puebla, 13 di negara bagian Meksiko, lima di Guerrero, dan satu di Oaxaca.

Di Puebla, kota kolonial yang indah di dekat pusat gempa, beberapa gereja rusak dan satu ambruk. Menewaskan 11 orang yang menghadiri sebuah pembaptisan, kata beberapa pejabat.
Share:

Korban Tewas Gempa 7,1 SR di Meksiko Bertambah Jadi 140 Orang

Meksiko City (Lampost.co) -- Jumlah korban akibat gempa bumi yang mengguncang Meksiko pada Selasa 19 September 2017 terus bertambah. Diperkirakan korban mencapai 140 jiwa.

Regu penyelemat dan relawan bekerja keras untuk mencari kemungkinan korban selamat akibat puing bangunan yang roboh akibat gempa. Regu pun melakukan pencarian di Meksiko City, di mana sekitar 49 bangunan dilaporkan roboh.

Diketahui titik pusat gempa berada di Atencingo, di negara bagian Puebla, sekitar 120 kilometer dari Meksiko City, sementara kota paling parah terkena imbas gempa ini adalah Morelos.

Adapun jumlah korban tewas di Meksiko City dilaporkan mencapai 36 jiwa, sementara di Morelos mencapai 64 jiwa.  Korban lain ditemukan di wilayah Puebla yang mencapai 29 jiwa, sembilan di Mexico State, yang berada di sebelah barat ibu kota.

Sementara pejabat Koordinator Nasional untuk Perlindungan Sipil Luis Felipe Puente mengatakan, setidaknya 138 orang dilaporkan tewas.

Warga masih trauma usai guncangan gempa melanda. Kerusakan yang diakibatkan makin menambah kekhawatiran akan ingatan gempa 1985 yang menewaskan 10 ribu jiwa di Meksiko City.
"Saya sangat khawatir. Saya tidak bisa berhenti menangis. Ini sama seperti mimpi buruk 1985," ujar seorang warga bernama, Georgina Sanchez, seperti dikutip AFP, Rabu 20 September 2017.

Ketakutan juga muncul dari Amamia Sanchez yang menangis di luar gedung tempat ia bekerja. "Saya tidak mungkin kalau gempa ini kembali mengguncang di tanggal yang sama, 19 September," ungkapnya.

Kekacauan tampak usai gempa mengguncang. Jalanan pun terlihat dipenuhi kemacetan dan warga berlarian karena panik.

Pihak petugas berwenang Meksiko memperingatkan warga di luar gedung untuk tidak menyalakan rokok, karena bisa saja muncul risiko ledakan jika ada aliran gas yang bocor.

Akibat gempa, operasi bandara di Meksiko City  dihentikan. Gempa kali ini seperti mengulang ingatan guncangan pada awal September yang mencapai 8,1 SR dan menewaskan setidaknya 90 orang.
Share:

Badai Irma Kategori 5 Paksa Wisatawan di Karibia Mengungsi


Tallahassee (Lampost.co) -- Pemerintah wilayah Florida dan pulau-pulau wisata di Karibia memerintahkan para wisatawan untuk segera mengungsi atau meninggalkan lokasi karena Badai Irma mulai mengancam.

Jika kemarin Badai Irma masuk dalam Kategori 4, maka kini Badai Irma semakin kuat. Dilaporkan, badai tersebut sudah masuk dalam kategori tertinggi, yaitu Kategori 5.
"Badai Irma sudah bergerak sangat kuat, dan berembus sepanjang 300 kilometer per jam," sebut Pusat Badai Nasional yang berbasis di Miami, dikutip dari AFP, Rabu 6 September 2017.

"Curah hujan yang tinggi dapat menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang mengancam jiwa," lanjut pernyataan itu.

Tak hanya akan menghantam Amerika Selatan, ternyata Badai Irma juga diperkirakan akan sampai ke pesisir Eropa, yang memang dekat dengan Amerika Selatan.

Tujuan wisata populer Saint Barthelemy dan Saint Martin -sebuah pulau terpisah yang masih masuk teritori Prancis dan Belanda- sudah mulai ditutup. Diperkirakan, kedua destinasi wisata ini akan terkena dampak Badai Irma.

Pengungsian untuk 11 ribu orang di dekat kedua pulau tersebut sedang dibangun. Sementara, gereja-gereja juga dimobilisasi untuk membantu.

Pemerintah daerah setempat memerintahkan warga yang tinggal di pesisir dan daerah-daerah yang mudah tergenang air untuk berlindung dan pindah sementara di lokasi yang cukup tinggi.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump sudah mengumumkan status darurat di Florida, Puerto Riko dan Kepulauan Virgin.

Trump juga memberikan wewenang kepada Kementerian Dalam Negeri dan Badan Federal Darurat untuk mengkoordinasikan semua upaya bantuan bencana.

Berita Selebritis Sai
Share:

Rakyat Australia Dukung Penyelesaian Kasus Montara

KUPANG (Lampost.co) -- Sekitar 350 rakyat Australia di Perth menyatakan dukungannya kepada Tim Advokasi Pencemaran Laut Timor yang tengah berjuang di negeri Kanguru untuk mencari keadilan terkait kasus Montara. Hal tersebut dikarenakan para penonton memenuhi bioskop Luna di Leederville Perth untuk menyaksikan film dokumenter yang mengisahkan tentang tragedi besar pencemaran minyak di Laut Timor akibat meledaknya anjungan minyak Montara di Blok Atlas Barat pada 21 Agustus 2009. Ketua Peduli Timor Barat, Ferdi Tanoni mengatakan apresiasinya atas antusiasme rakyat Perth tersebut. 
Share:

Harga Minyak Turun Karena Produksi OPEC Meningkat

Harga minyak dunia turun 0,97 dolar AS menjadi 48,59 dolar per barel. Peningkatan produksi minyak dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) hingga mencapai 32,87 juta barel pada bulan ini, menjadi faktor pelemah harga minyak. Hal ini menunjukkan kartel minyak kesulitan mematuhi kesepakatan pemotongan produksi yang bertujuan untuk membatasi pasokan minyak mentah. Para analis mengatakan para investor khawatir bahwa langkah produsen minyak utama dunia dalam memangkas produksi tidak cukup menyeimbangkan pasar.
Share:

Ketegangan Geopolitik Dorong Emas Berjangka Naik

Kontrak emas berjangka naik 10,8 dolar AS menjadi 1.290,10 dolar AS per ons. Perang dingin antara Amerika Serikat dan Republik Demokratik Rakyat Korea membuat  para investor melarikan diri dan menginvestasikan hartanya menjadi safe haven. Selain itu emas juga menambah kenaikan awal dan dolar AS mundur kembali menyusul rilis data Amerika Serikat yang menunjukkan angka lebih dingin untuk inflasi pada tingkat grosir.
Share:

Rumah Sakit Nigeria Tingkatkan Pengawasan Demam Lassa

Nigeria meningkatkan kegiatan pengawasan dan pemantauan di Lagos University Teaching Hospital (LUTH) yang menjadi tempat dua pasien meninggal dan lebih dari 100 pasien dalam perawatan karena terjangkit Demam Lassa. Ketua Perhimpunan Medis Nigeria, Olubunmi Omojowolo mengatakan bahwa Ebola dan Demam Lassa adalah penyakit yang sangat dekat dan mematikan. Menurut Olubunmi, tantangan utama Demam Lassa adalah ketidak-mampuan untuk mendiasnosis secara dini karena gejalanya hamper sama dengan malaria. Karena itu, masyarakat perlu mendapat pendidikan tentang kebersihan.
Share:

Tujuh Orang Tewas Dalam Pemilu Di Kenya

Nairobi, Kenya (Lampost.co) -- Tujuh orang tewas saat pemilihan umum berlangsung di Kenya pada Rabu lalu. Sebelumnya, calon presiden Raila Odinga menuduh sistem pemungutan suara diretas dan data dimanipulasi, sehingga menguntungkan calon petahana, Presiden Uhuru Kenyatta. Pernyataan itu menyulut protes rusuh di kubunya yang meliputi Mathare, Dagoretti, Kisumu dan Teluk Homa. Akibatnya, kepolisian melakukan penembakan untuk memadamkan kerusuhan yang berujung pada tewasnya empat orang peserta aksi protes.
Share:

Qatar Tawarkan Program Bebas Visa Masuk Ke 80 Negara

Doha (Lampost.co) -- Qatar memperkenalkan program bebas visa masuk demi merangsang usaha transportasi udara dan pariwisatanya di saat Qatar masih terisolasi oleh tetangganya dalam sebuah krisis diplomatik. Program bebas visa itu berlaku bagi warga dari 80 negara yang mencakup negara-negara zona Schengen Uni Eropa, Amerika Latin dan Asia. Lebanon menjadi satu-satunya negara Arab yang masuk daftar negara tercakup program bebas visa tersebut.


Pejabat Kementerian Dalam Negeri, Mohamed Rashed al Mazrouei mengatakan bahwa negara-negara itu dipilih berdasarkan pertimbangan keamanan dan ekonomi, atau daya beli warga negaranya. Menurut Mazrouei, warga dari 80 negara tersebut hanya perlu menunjukkan paspor yang masih berlaku untuk masuk ke negara tuan rumah Piala Dunia 2022 itu.
Share:

Di Nevada, Mobil yang Melaju Lambat akan Diberi Sanksi

Kali ini, Nevada, Amerika Serikat (AS), melarang secara tegas bagi pengemudi yang memacu kendaraannya tidak sesuai batas kecepatan atau sangat lambat, terutama yang tidak sesuai jalurnya. Peraturan tersebut bertujuan untuk mencegah pengemudi yang memacu kendaraan dengan lambat keluar dari jalur yang ditentukan.


Patroli Jalan Raya Nevada percaya, bahwa ini sebagai masalah utama yang bisa menyebabkan kemarahan pengemudi lain di jalan raya ketika ingin menggunakan jalur kiri. Adapun sanksi yang diterapkan berupa denda mulai dari 50 hinnga 250 US Dollar. Selain Nevada, Tennessee, Florida, New Jersey, Georgia, dan Indiana termasuj negara yang menerapkan hukuman bagi pengendara yang "lamban".
Share:

Tempat Penampungan Pencari Suaka Di Jerman Kebakaran, Dua Orang Tewas

BERLIN (Lampost.co) -- Si jago api telah membakar bangunan tempat tunawisma dan pencari suaka di Jerman selatan pada Senin dini hari. Akibat insiden tersebut, seorang wanita berusia 54 tahun dan seorang pria berumur 56 tahun tewas. Sementara itu, beberapa orang lain luka parah karena menghirup asap. Kepolisian mengungkapkan gedung di kota Markgroeningen, utara Stuttgart itu dihuni oleh sembilan orang. Sejauh ini tidak ada tanda kejahatan kebencian yang menjadi penyebab kebakaran itu.
Share:

Sekitar 190.000 Orang Diungsikan Saat Badai Ancam China Timur Laut

BEIJING (Lampost.co) -- Badai petir yang melanda provinsi Liaoning di China timur laut selama beberapa hari ini telah menewaskan tiga orang dan menyebabkan hampir 190.000 orang mengungsi. Musim panas biasanya menjadi  musim badai di China, dengan topan menghujani pantai timur dan selatan serta badai petir menghantam wilayah luas negara tersebut.


Badai tersebut telah datang sejak Kamis pekan lalu dan menghantam tujuh kota, termasuk kota pelabuhan utama Dalian dan meruntuhkan lebih dari 1.000 rumah runtuh serta menyebabkan 66.400 hektare lahan pertanian rusak.
Share:

Kanada Sediakan Beasiswa 10 Juta Dolar Amerika Serikat Untuk ASEAN

JAKARTA (Lampost.co) -- Kanada akan memberikan dukungan program beasiswa bagi mahasiswa pascasarjana dan profesional madya dari Asia Tenggara untuk mengakses pendidikan di Kanada. Inisiatif tersebut diumumkan Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland, dalam Konferensi Antarmenteri ASEAN-Kanada di Manila, Filipina. Freeland menyampaikan bahwa beasiswa tersebut senilai 10 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp105 miliar untuk masa studi lima tahun.


Menurut Freeland, program beasiswa tersebut merupakan rangkaian peringatan Hari Jadi ASEAN ke-50 dan 40 tahun hubungan sebagai mitra dialog ASEAN dengan Kanada. Selain itu, beasiswa juga menjadi komitmen memerangi kemiskinan serta mempromosikan hak asasi manusia di Asia Tenggara, terutama hak perempuan, anak perempuan dan migran. 
Share:

Arab Saudi Janjikan 33,7 Juta Dolar Untuk Atasi Kolera Di Yaman

Jeddah (Lampost.co) -- Arab Saudi menjanjikan dana sebesar 33,7 juta dolar Amerika untuk membantu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) guna membasmi kolera yang telah menewaskan hampir 2.000 orang di Yaman. Selain itu, Juru Bicara WHO, Gregory Hartl, juga mengatakan bahwa dana tersebut akan dialokasikan pada badan anak-anak PBB (UNICEF) untuk memperbaiki fasilitas air dan sanitasi. 

Wabah kolera telah mewabah sejak perang di Yaman meletus dan menewaskan sebanyak 1.915 orang sejak April tahun ini, dengan dugaan 436.000 kasus di seluruh Yaman. 
Share:

Bangladesh Sita 25 Kilogram Emas Dari Pria Berkursi Roda Di Bandara

Dhaka (Lampost.co) -- Otoritas Bandara Internasional Bangladesh menangkap seorang pria atas nama Jamil Akhter yang diduga menyamar sebagai pengguna kursi roda untuk menyelundupkan emas. Modus tersebut diduga dilakukan Jamil Akhter agar bisa melewati pemeriksaan bea cukai pada Minggu lalu. Juru Bicara Bea Cukai Bandara Bangladesh, Ahsanul Kabir menyampaikan kecurigaan tersebut setelah mengetahui bahwa Jamil Akhter telah melakukan perjalanan ke luar negeri sebanyak 13 kali pada tahun ini. 
Share:

Merah Putih Warnai Swiss

Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern, Swiss memulai rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-72 Republik Indonesia di Swiss. Kegiatan tersebut dimulai pada Sabtu pagi dengan Jalan Sehat di hutan belakang Wisma Duta Gumligen Bern. Tidak hanya berasal dari Kota Bern, ratusan peserta juga berdatangan dari Zurich, Basel, Jenewa, dan wilayah-wilayah lain di Swiss. 


Selain jalan sehat, Koordinator Perlombaan HUT ke-72 RI KBRI Bern, Titik Nahilal Hamzah, menjelaskan bahwa perlombaan lain seperti lomba gaple dan lomba badminton turut memeriahkan acara tersebut. Sementara puncaknya, pada hari 17 Agustus akan digelar perlombaan seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, dan lomba khas 17an lainnya. 
Share:

Mahasiswa RI Raih Penghargaan Kompetisi Matematika Di Bulgaria

LONDON (Lampost.co) -- Mahasiswa Indonesia meraih berbagai penghargaan pada Kompetisi Matematika Tingkat Internasional ke-24 di Bulgaria. Kompetisi tersebut berlangsung di American University, Kota Blagoevgrad, Bulgaria dari tanggal 31 Juli hingga 6 Agustus 2017. Sekretaris Pertama Penerangan, Sosial dan Kebudayaan KBRI Sofia, Nurul Sofia mengatakan bahwa Indonesia mendapatkan 1 medali emas, 2 medali perak, dan 1 medali perunggu.


Peraih medali emas adalah Stephen Sanjaya dari Universitas Pelita Harapan. Sedangkan medali perak diraih oleh Jefferson Caesario dari Universitas Airlangga dan Poetri Sonya Tarabunga dari Institut Teknologi Bandung. Selain itu, medali perunggu diraih oleh Dewita Sonya Tarabunga dari Institut Teknologi Bandung dan Muhammad Khairul Ramadhan dari Universitas Indonesia.
Share:

Topan Noru Tewaskan Dua Orang Di Jepang

TOKYO (Lampost.co) -- Topan Noru yang terjadi Minggu pagi telah membawa hujan deras dan angin kencang ke barat daya Jepang dan menewaskan dua orang. Korban tewas adalah seorang pria berusia 60-an asal pulau terpencil Yakushima dan seorang pria berusia 80-an asal Pulau Tanegashima.


Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana mengatakan bahwa Topan Noru dengan kecepatan angin hingga 162 kilometer per jam diprediksi menyerang Pulau Shikoku hari ini. Oleh karena itu, masyarakat Pulau Shikoku, Jepang diminta waspada terhadap kemungkinan tanah longsor, banjir, hujan lebat, angin kencang dan gelombang tinggi. 
Share:

Jumlah Pembelot Korea Utara Di Thailand Meningkat

Bangkok (Lampost.co) -- Jumlah warga negara Korea Utara yang datang secara ilegal ke Thailand meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut dipengaruhi ketegangan yang semakin menjadi di Semenanjung Korea karena program senjata Pyongyang.

Thailand merupakan rute transit populer bagi warga negara Korut melarikan diri dari negara komunis melarat tersebut. Ratusan orang pergi setiap tahun ke China dan sampai di Thailand setelah menempuh perjalanan darat, menuju Korea Selatan. Lonjakan jumlah pendatang Korut terus terjadi meski ada kontrol ketat oleh Korut di perbatasannya dengan China. Hal tersebut bertepatan dengan meningkatnya ketegangan di Semenanjung Korea karena Pyongyang meningkatkan uji coba nuklir dan rudal serta peringatan oleh AS yang telah kehilangan kesabaran terhadap Korut.
Share:

Bom Bunuh Diri Hantam Masjid di Afganistan, 29 Tewas

Afghanistan (Lampost.co) -- Aksi bom bunuh diri terjadi di Masjid Jawadia di Kota Herat, Afghanistan saat masyarakat tengah melaksanakan shalat Subuh, kemarin. Juru Bicara Gubernur Afganistan mengatakan bahwa terdapat dua pelaku yang beraksi. Satu pelaku bom bunuh diri dan pelaku lainnya menembak jemaah menggunakan senjata api.

Kejadian tersebut menewaskan 29 orang dan melukai 64 orang lainnya. Banyak kalangan yang mengecam serangan ini. Terlebih Kota Herat merupakan kota yang berbatasan dengan Iran dan dianggap sebagai salah satu kota Afghanistan yang paling aman.
Share:

Streaming Youtube

Streaming Radio Sai 100 FM



close
close

Labels

Visitor Radio Sai 100 FM

Recent Posts